Selasa, 09 Maret 2010

TERAPI ADHD

Terapi Kombinasi Terbaik

Tatalaksana ADHD bisa ditempuh dengan tiga cara, yakni terapi psikofarmakologi, terapi perilaku, dan terapi kombinasi. Sebuah studi dengan Multimodal Treatment of ADHD (MTA) menemukan bahwa pengobatan yang paling efektif untuk ADHD adalah tipe kombinasi. Yakni dengan pemberian psikofarmakologi dibarengi dengan terapi perilaku.
Sebenarnya, untuk jangka waktu lama pada terapi psikofarmakologi telah berkembang suatu kontroversi besar. Yaitu penggunaan stimulan untuk mengatasi gejala inti ADHD. Beberapa pakar menentang penggunaan stimulan karena khawatir bisa menimbulkan efek ketagihan (abuse). Namun beberapa studi belakangan malah menunjukkan hal yang berbeda. Selain bisa mengatasi gejala inti ADHD dan menetralkan overaktivitas emosi, ternyata stimulan cukup aman digunakan jika tetap dimonitor. Akhirnya stimulan banyak diresepkan.
Saat ini tersedia beberapa jenis stimulan. Misalnya saja, methylphenidate (MPH) dengan lama kerja singkat, sedang, dan panjang serta dextroamphetamine dengan masa kerja panjang. Dua formulasi yang paling mutakhir adalah campuran garam amphetamine (75% dextroamphetamine dan 25% levoamphetamine). Pemoline, suatu stimulan dengan masa kerja panjang, sekarang sudah jarang digunakan karena efek hepatoksisitas fatal (meskipun jarang).
Pemberian stimulan berespon pada 50-75% kasus. Dan stimulan yang banyak diresepkan dan paling popular adalah MPH. MPH diberikan dalam tiga dosis: rendah 15mg/hari atau 0,3mg/kg/hari, sedang 16-34mg/hari atau 0,5mg/kg/hari, dan tinggi >34mg/hari atau 1mg/kg/hari. Dosis maksimum MPH adalah 60mg/hari. MPH tidak boleh digunakan untuk anak usia di bawah 6 tahun.
Studi terbaru menemukan bahwa ada obat lain yang bisa digunakan untuk ADHD di samping stimulan. Yakni antidepresan trisiklik (imipramin, desipramin), bupropion, dan agonis alfa adrenergik (klonidin). Imipramin diberikan dengan dosis 1mg/kg/hari (maksimum < 4mg/kg atau 200mg). Untuk berat badan kurang dari 50 kg, dosis bupropion adalah 3-6mg/kg/hari (150mg – 300mg/hari).

Terapi Jangka Panjang

Pemberian terapi psikofarmakologi harus terus diberikan sepanjang gejala masih ada dan menyebabkan gangguan. Mengingat terapi digunakan dalam waktu yang cukup panjang, maka pasien dengan ADHD harus melakukan follow up yang teratur untuk evaluasi pengobatan. Evaluasi ini berguna untuk memastikan apakah obat yang diberikan masih efektif, menentukan dosis optimal, dan meyakinkan efek samping yang timbul tidak signifikan secara klinik.
Jika tak satupun dari terapi psikofarmakologi yang memberikan efek memuaskan pada pasien dengan ADHD, maka klinisi harus melakukan review diagnosis secara seksama. Setelah itu mempertimbangkan pemberian terapi perilaku di samping memberi terapi obat alternatif lain. Jika pasien ADHD memperlihatkan respon yang baik terhadap terapi psikofarmakologi dengan memperlihatkan fungsi normal pada akademik, keluarga, fungsi sosial, maka pemberian terapi psikofarmakologi tunggal saja sudah cukup.
Hal yang sangat perlu ditekankan dalam pemberian psikofarmakologi adalah monitoring efek samping. Pasalnya, sebagian besar terapi berlangsung untuk jangka waktu lama. Adapun efek samping yang bisa ditimbulkan akibat penggunaan stimulan adalah penurunan nafsu makan, kehilangan berat badan, insomnia, sakit kepala sebagian besar, tics, dan terkadang kelabilan emosis. Sementara TCA biasanya bisa menimbulkan mulut kering, sedasi, konstipasi, pandangan blur atau kabur, dan takikardi (gejala antikolinergik). Sedangkan antagonis alfa bisa menyebabkan sedasi, pusing, hipotensi, penghentian mendadak bisa menimbulkan rebound hypertension yang berbahaya, depresi sekitar 5%, hiperglikemi, terjaga pada malam hari, mimpi buruk, dan teror di malam hari.
(Arnita)

1 komentar:

  1. Pusat Terapi dan Tumbuh Kembang Anak (PTTKA) Rumah Sahabat Yogyakarta melayani deteksi dini anak berkebutuhan khusus dengan psikolog, terapi wicara, sensori integrasi, fisioterapi, behavior terapi, Renang& musik untuk anak berkebutuhan khusus, terapi terpadu untuk autism, ADD, ADHD, home visit terapi & program pendampingan ke sekolah umum. informasi lebih lanjut hubungi 0274 8267882

    BalasHapus